oleh

Diskominfo Sosialisasikan Digitalisasi Penyiaran di Pengawu

Ayotau, Palu- Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfo) Provinsi Sulteng bekerjasama dengan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan Sosialisasi Digitalisasi Penyiaran Pertelevisian  Pengenalan Analog Switch Off (ASO) di Kelurahan Pengawu, Rabu 23 Maret 2022.

Kadis Kominfo diwakili Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Hasim R, yang juga selaku narasumber menyampaikan melalui Undang-Undang Cipta Kerja tentang Penyiaran dan sudah diamanatkan kepada dinas terkait yang dalam hal ini Dinas Kominfo Sulawesi Tengah melalui Kementerian Kominfo untuk melaksanakan digitalisasi penyiaran.

Tujuan dilaksanakanya digitalisasi penyiaran adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang dikarenakan negara Indonesia adalah negara yang paling terlambat dalam digitalisasi penyiaran. Sedangkan negara-negara yang lain sudah 10 atau 20 tahun yang lalu telah menyiapkan

“Terima kasih kepada Aparatur Desa Kelurahan Pengawu beserta masyarakat yang telah meluangkan waktunya untuk hadir diacara sosialisasi ini,” ucap Kabid IKP.

Kegiatan ini juga melibatkan Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Tadulako dan juga para mahasiswa KKN Untad sehingga sosialisasi dapat terlaksana.

“Kegiatan sosialisasi ini juga telah kita laksanakan di beberapa universitas yang ada di Kota Palu dan rencananya juga akan diadakan di beberapa kelurahan di Kota Palu dan Kabupaten Sigi,” lanjut Hasim.

Pada tahun 2022 ini, untuk Sulawesi Tengah secara Nasional telah dibagi 3 tahap  penerapan ASO yaitu ; Tahap pertama, 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022 dan tahap ketiga, 2 November 2022.
“Ada 2 wilayah di Sulawesi Tengah yang tidak bisa lagi menggunakan TV Analog pada 30 April 2022 yakni ; Kabupaten Sigi dan Kota Palu,” jelas Hasim.

Lebih lanjut, Hasim menerangkan akan ada pembagian Set Top Box secara gratis yang diperuntukan kepada masyarakat yang kurang mampu dengan kriteria yaitu ; (1) Warga tersebut bertempat tinggal di area berlakunya migrasi TV Analog ke- Digital. (2) Memiliki KTP Elektronik. (3) Memilki TV Analog. (4) Masuk sebagai warga yang kurang mampu yang terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dalam kesempatan ini, Kabid IKP Hasim didampingi Ketua Jurusan Elektro Untad Dr Yuli Asmi Rahman, ST., M.Eng, Dosen Teknik Elektro Ardi Amir ST., MT, dan Sekretaris Kelurahan Pengawu Herman. (JT)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.