Ayotau, Sigi- DPRD Kabupaten Sigi meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sigi untuk berperan mengendalikan perkembangan dan penyebaran informasi hoaks terkait vaksinasi.
Dengan begitu diharapkan informasi mengenai vaksin yang tersebar di masyarakat merupakan informasi yang benar, yang tidak menyesatkan.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Moh. Rizal Intjenae pada rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 diwilayah itu, bersama pimpinan Fokopimda setempat, Senin, 9 Agustus 2021.
Rizal mengatakan, berita hoaks soal vaksin yang beredar di masyarakat terutama di media sosial (medsos), membuat masih banyaknya masyarakat menolak untuk divaksin Covid-19.
Belum lagi kata Rizal, beredar informasi di media sosial yang menyatakan setelah divaksin sinovac umurnya hanya dua tahun lagi. “Apa ini. Untuk itu perlu ada pemantauan dari Kominfo persoalan berita-berita yang menyesatkan ini,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pada kesempatan tersebut, Politisi Partai Golkar itu juga berharap Satgas Covid-19 ditingkat kecamatan sampai desa untuk maksimal dalam pemantauan kepada masyarakat yang menjalani isoman mandiri.
“Saya berharap Satgas Covid-19 sampai desa untuk memantau pasien yang menjalani isoman agar tidak keluar rumah selama sepuluh sampai empat belas hari. Namun bantuan bagi mereka yang isoman harus segera tersalurkan,” ujarnya.(as)








Komentar