Deputi KLH Nilai PT Vale sebagai Contoh Praktik Terbaik Tambang Berkelanjutan di Indonesia

Ayotau, Sorowako- Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota MIND ID, dalam menjalankan operasional pertambangan berstandar global kembali mendapat pengakuan pemerintah pusat. Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup RI, Sigit Reliantoro, melakukan kunjungan langsung ke wilayah operasi PT Vale di Sorowako, dan menilai perusahaan nikel itu berada pada jalur terbaik dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Kunjungan strategis ini menegaskan tingginya perhatian pemerintah terhadap kinerja keberlanjutan PT Vale, sekaligus memastikan praktik pertambangan di Indonesia berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan, pengendalian emisi, dan tata kelola yang transparan.

Didampingi jajaran manajemen PT Vale, Deputi Sigit meninjau langsung sejumlah area reklamasi progresif, termasuk kawasan yang berdekatan dengan Danau Matano—salah satu danau terdalam dan terjernih di dunia. Ia menyaksikan bagaimana area bekas tambang direstorasi dengan vegetasi kembali tumbuh subur dan ekosistem tetap terjaga.

“PT Vale menunjukkan cara penambangan dengan reklamasi yang progresif. Kondisi Danau Matano tetap terjaga, ini bukti pengelolaan tambang yang baik. Ini adalah best practice penambangan di Indonesia,” ujar Sigit.

Rombongan juga meninjau kebun nanas Ponda’ta di Desa Tabarano, sebuah program yang mengubah lahan kritis dan rawan kebakaran menjadi kawasan produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Deputi Sigit, inti keberlanjutan bukan hanya pemulihan lahan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki masa depan ekonomi pasca tambang. “ESG untuk pertambangan adalah menyiapkan ekonomi pasca tambang, agar masyarakat tetap sejahtera ketika operasi tambang selesai,” tegasnya.

Kunjungan ini sekaligus memperkuat capaian terbaru PT Vale yang berhasil menurunkan skor risiko ESG versi Sustainalytics dari 29,8 menjadi 23,7 hanya dalam setahun. Penurunan 5,7 poin ini menempatkan PT Vale sebagai salah satu perusahaan pertambangan logam terdiversifikasi dengan risiko ESG terendah di dunia.

Pencapaian tersebut dinilai penting mengingat nikel memainkan peran global dalam rantai pasok baterai dan teknologi energi bersih.

Direktur Utama dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan fondasi kerja perusahaan, bukan sekadar wacana.

“Kunjungan ini adalah bentuk apresiasi dan mekanisme pengawasan yang penting. Komitmen ESG kami bukan kampanye, tetapi cara bekerja yang dibangun melalui kolaborasi dengan pemerintah, regulator, dan masyarakat,” jelasnya.

PT Vale juga akan menyusun laporan tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi Deputi KLH, sekaligus memperluas sejumlah program pengembangan masyarakat dan reklamasi melalui visi “Reklamasi dan Kemandirian 2030”.

Kunjungan Deputi KLH ini menegaskan posisi PT Vale sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan standar baru pertambangan berkelanjutan di Indonesia. Dengan praktik reklamasi progresif, peningkatan skor ESG yang signifikan, dan model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berjalan baik, PT Vale dinilai siap melangkah sebagai salah satu produsen nikel paling berkelanjutan di dunia. (**)