AYOTAU– Aksi pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi manyeluruh lintas sektor. Prinsip ini diwujudkan PT Vale Indonesia Tbk melalui kegiatan penanaman pohon serentak yang melibatkan karyawan, kontraktor, mitra kerja, hingga mahasiswa di wilayah operasional perusahaan.
Momentum Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dimanfaatkan PT Vale untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keberlanjutan, khususnya di Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, IGP Sorowako Limonite Ore (SLO), dan Blok Sorowako.
Di Sorowako, PT Vale menggandeng mahasiswa KKN Tematik Universitas Andi Djemma sebagai bentuk sinergi dunia industri dan akademik. Kolaborasi ini bertujuan mendorong edukasi lingkungan, penanaman nilai konservasi, serta praktik keberlanjutan berbasis ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Selain itu, PT Vale juga memberikan apresiasi kepada kontraktor yang menerapkan pengelolaan lingkungan dan budaya kerja terbaik melalui lomba penerapan 5S dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Salah satu kontraktor pemenang lomba 5S, Putri, menyebut sistem reward dan inspeksi rutin menjadi faktor pendorong konsistensi dalam menjaga kebersihan dan kerapian area kerja.
“Kami menjalankan 5S secara berkala dengan pengawasan rutin. Dukungan manajemen membuat kami semakin disiplin menjaga lingkungan kerja yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Head of Bahodopi Project PT Vale Indonesia, Wafir, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan tanggung jawab moral perusahaan.
“Kami percaya bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari bisnis yang berkelanjutan. Produksi penting untuk mendukung transisi energi, tetapi kelestarian bumi tidak dapat dikompromikan,” ujarnya.
Melalui program reklamasi dan penanaman pohon yang berkelanjutan, PT Vale terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda nasional dan global, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (**)







