oleh

BK DPRD Sulteng Pertegas Kewenangannya di Kemendagri

Ayotau, Jakarta – Badan Kehormatan (BK) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), khususnya di Ditjen Otonomi Daerah (Otda) dan di Ditjen Bina Keuangan Daerah, Kamis 4 Agustus 2022.

Diterima di dua tempat, khusus BK diterima oleh Kasub Direktorat Wilayah IV Dr Saydiman Marto, di ruang kerjanya. BK yang dipimpin langsung H Nasser Djibran, didampingi sejumlah anggora BK masing masing, Aminullah BK, Ismail Junus, Sri Indraningsih Lalusu, Ir Elisa Bunga Allo, Suryanto, serta didampingi Sekwan Siti Rachmi A Singi, dan tenaga ahli bagian perundang undangan. Kedatangan BK tak lain konsultasi soal Tata Tertib (Tatib) dan tugas-tugas BK.

Sementara itu dalam konsultasi Banggar dengan pihak Ditjen Bina Keungan Daerah, rombongan Banggar yang terdiri dari Yus Mangun, Dr Alimuddin Paada, Sony Tandra, Wiwik Jumatul Rofiah, Aminullah BK, HM Nur Dg Rahmatu, Rahmawati M Nur, Dra Sri I draningsih Lalusu, juga didampingi Sekwan, bahkan dua pimpinan DPRD Sulawesi Tengah juga turun langsung masing-masing Waket I HM Arus Abdul Karim dan Waket III H Muharram Nurdin.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung F Lantai III Kantor Kemendagri, rombongan diterima oleh analis Ahli Madya Ditjen Bina Keuangan Daerah, Jhon Roy Salomomy. Secara umum Banggar menanyakan berbagai persoalan terkait penyusunan anggaran untuk tahun 2023 beserta prrsoalan teknis di dalamnya, terutama untuk pokok-pokok pikiran yang sering kali tdak bersesuaian dengan kondisi di lapangan.

Banyak hal memgemuka disampaikan wakil rakyat ini di kantor Kemendagri, termasuk penganggaran untuk tenaga honorer yang sudah punya regulasi baru dan rekrutmennya, juga sudah dibatasi dengan adanya rekrutmen Pegawai Pemerintahan Dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Khusus masalah nasib Honorer ini, Jhon Salomomy mempersilahkan masing masing OPD untuk menganggarkannya dengan tetap mengacu pada regulasi yang ada.

Menurut Sekwan, pertemuan di Kemendagri yang dilakukan secara marathon dilakukan sejak pukul 8.30 WIB, sangat penting karena untuk kepentingan kelancaran tugas-tugas kedewanan.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.