Pemprov Sulteng Targetkan BOS Daerah Menjangkau Madrasah

AyoTau, Morowali – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah dapat menjangkau sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama mulai 2027. Kebijakan tersebut diharapkan memperluas akses bantuan pendidikan bagi siswa madrasah.

Target itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, saat berdialog dengan para santri dan tenaga pendidik Madrasah Aliyah dan MTs Alkhairaat di Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Kamis (22/10/2026).

Dialog berlangsung dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Madrasah Alkhairaat, Amin Koyo, menyampaikan harapan agar bantuan pendidikan yang selama ini dirasakan siswa sekolah umum juga dapat menjangkau madrasah. Ia turut mengusulkan rehabilitasi bangunan sekolah agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.

Aspirasi juga disampaikan Izzat Nursaini, guru sekaligus pembina santri. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian yang memadai kepada para pendidik madrasah, termasuk melalui dukungan pengembangan kapasitas dan pendidikan bagi guru serta pembina santri.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anwar menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penyaluran BOS daerah mulai tahun depan dapat menjangkau sekolah di bawah naungan Kementerian Agama.

Ia juga menyebut Madrasah Aliyah telah memperoleh akses terhadap program Berani Cerdas, salah satu program pemerintah daerah yang berkaitan dengan dukungan pendidikan.

Perluasan jangkauan bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa yang menempuh pendidikan di madrasah.

Menurut Anwar, pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam dialog itu, ia juga mengajak para santri agar terus melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

“Pendidikan adalah modal utama untuk mengubah kehidupan. Jangan pernah merasa bahwa keadaan kita hari ini menentukan masa depan kita,” pesannya.

Pertemuan bersama para santri dan guru tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mendengar kebutuhan pendidikan di tingkat satuan pendidikan secara langsung.(*)