Anwar Hafid Minta PPPK Nakes Diperlakukan Setara

AyoTau, Palu — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendukung perjuangan tenaga kesehatan PPPK untuk mendapatkan kepastian status kepegawaian yang setara dengan tenaga pendidik.

Hal itu disampaikan Anwar saat menerima ratusan tenaga kesehatan PPPK dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan menyampaikan keresahan terkait belum adanya kepastian bagi PPPK paruh waktu maupun tenaga honorer, khususnya mengenai peluang pengangkatan menjadi PPPK penuh waktu.

Anwar menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah pusat karena tenaga kesehatan dan guru sama-sama memiliki peran strategis dalam pembangunan manusia.

“Saya jujur, ketika pertama kali mendengar pengumuman itu, saya juga bertanya, kok tenaga kesehatan tidak? Padahal kalau kita lihat, dua bidang ini sama-sama prioritas. Peran guru dan tenaga kesehatan sama-sama sangat vital bagi masyarakat,” tegas Anwar.

Menurutnya, guru berperan besar dalam membangun sumber daya manusia melalui pendidikan. Sementara tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab penting dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Karena itu saya mendukung sepenuhnya saudara-saudara sekalian untuk mempertanyakan hal ini. Kenapa hanya guru? Seharusnya tenaga kesehatan juga mendapatkan perhatian dan kepastian yang sama,” ujarnya.

Anwar mengatakan persoalan PPPK bukan hal baru baginya. Saat masih menjadi anggota DPR RI, ia mengaku kerap menerima aspirasi dan keluhan tenaga PPPK dari berbagai daerah.

Karena itu, ia meminta agar aspirasi ratusan tenaga kesehatan Sulawesi Tengah tidak diabaikan.

“Jangan sampai ada yang keliru. Tenaga kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, apa yang saudara-saudara perjuangkan hari ini, secara pribadi dan sebagai pemerintah daerah, saya mendukung,” pungkasnya. (*)